Saat bulan penuh di atas kepala, aku menggantungkan doa untukmu di antara bintang-bintang.
Semoga suatu saat hatimu akan menoleh kepadaku. Menyadari bahwa akulah akhir dari penantianmu.
Aku ingin memelukmu, meraihmu, dan menyembunyikanmu dalam dekapku.
aku tak akan melepaskanmu pergi, aku janjikan itu padamu.
Dan keasabaranku kian menipis seperti batu yang terus-terusan digerus air.
Aku sudah menunggu terlalu lama, nyerinya semakin kian terasa nyata.
Aku mencintaimu. karenanya aku selalu merindukanmu.
Namun, seperti pertanyaan yang kubisikkan pada rembulana malam itu, apakah kau juga sedang merindukanmu ?
Dahlian & Robin Wijaya