Awalnya matamu, senyummu tak berarti apa-apa bagiku. Sapa
lembutmu dan tutur katamu bukan menjadi alasanku tersenyum setiap harinya.
Semuanya mengalir begitu saja, kita tertawa bersama, menghabiskan waktu
bersama, tanpa tahu bahwa cinta diam-diam menyergap aku dan kamu. Kita saling
bercanda, menertawakan diri sendiri , tanpa ragu rasa itu menelusup kedalam
labirin-labirin hatiku dan hatimu, yang telah lama tak diisi oleh orang yang
special.
Tatapan matamu mulai menjadi hal yang tak biasa dimataku. Caramu
mengungkapkan pendapat tak lagi kutanggapi dengan begitu santai. Suara tawamu
menghipnotis bibirku untuk melengkungkan senyum manis, menyambut lekuk bibirmu
yang tersenyum menatapku. Aku tahu sejak itu semua begitu indah. Pembicaraan
yang sederhana menjadi pembicaraan yang special yang begitu menyenangkan. Aku
bertanya ragu, inikah kamu yang tiba-tiba mengubah semuanya menjadi merah jambu
? :’)

