16 July 2013

Kesepian itu...

Diposkan oleh Unknown di 1:48 AM


Waktu terus berjalan begitu cepat. Berjalan yang kita kira lambat ternyata bergerak begitu cepat. Semua telah berubah. Begitu juga kamu. Begitu juga aku. begitu juga kita. Waktu telah menghapus KITA yang merasa tak berbeda, waktu telah memutarbalikkan segalanya yang pernah indah. Tak ada yang tahu kapan waktu menjadi penyebab kegundahan. Aku menjalani, kamu meyakini, tapi pada akhirnya waktu juga yang menentukan akhir cerita ini. Kamu tak punya hak untuk menebak, begitu juga aku.
Kamu bilang tak akan ada yang terlalu berbeda, tak akan ada yang menyakitkan. Tapi, siapa yang tahu perasaan seseorang yang terdalam ? mulut bisa berkata bohong tapi hati sulit berdusta. Kalau boleh jujur  semua terasa asing dan berbeda. Hari-hariku yang kulewati seperti tebakan yang sudah kuketahui jawabannya.
Tak ada lagi kejutan, tak ada lagi misterimu yang selalu membuatku penasaran. Aku seperti bisa meramalkan semuanya. Hari-hariku terasa hambar karena aku bisa membaca setiap detik peristiwa yang akan terjadi kedepannya. Semua terlalu mudah. Tak ada yang menarik. Kepastian membuatku terbungkam. Sehingga aku kehilangan rasa untuk mencari dan terus mencari. Itulah sebabnya setelah tak ada kamu di sini. Kosong.
Bagaimana aku bisa menjelaskan banyak hal yang mungkin saja tidak kamu rasakan ? aku berada di lorong-lorong gelap yang menunggu rengkuhan tanganmu  membawaku pada cahaya terang. Namun, bahkan tanganmu enggan menyentuh celah-celah jemariku, dan tentang penyelamatan itu hanyalah omong kosong. Harapanku terlalu jauh untuk mengubah semuanya seperti dulu.
Perpisahan seperti mendorongku pada kenyataan yang selama ini kutakutkan. Kehilangan mempersatukanku pada air mata yang terkadang jatuh tanpa sebab. Aku sulit memahami bahwa kamu sudah tidak ada lagi dibarisan harianku. Aku semakin tak bisa menerima keadaan yang mulai menyudutkanku. Semua kenangan tak pernah berhenti  bergantian terbayang di otakku. Seperti film yang tak mau berhenti tayang. Dan aku baru sadar, dulu kita begitu manis, begitu mengagumkan, dan sulit untuk dilupakan.
Ada yang kurang ketika kamu menghilang. Aku terbiasa dengan kehadiranmu. Dan ketika menjalani setiap detik tanpamu, yang kurasa hanya bayangan-bayangan yang saling berkejaran . saling menebar rasa takut. Ada rasa takut tanpa sebab yang memaksaku untuk terus memikirkanmu. Ada ketakutan yang sulit dijelaskan yang membuatku menghawatirkanmu. Salahkah aku jika aku benci perpisahan ?

Tak banyak yang bisa kujelaskan saat kesepian selalu menghadangku setiap malam. Biasanya suaramu selalu menghantarku ke gerbang mimpi dan membiarkanku setiap rahasia hati. Kali ini aku sendiri, memikirkanmu tanpa henti. Aku tak mau memikirkan keadaan yang tak mungkin kembali. Semua sudah jelas, tapi mengapa aku masih belum bisa memahami, kenapa harus kita ? tak adakah yang lain ? 

0 komentar:

Post a Comment

 

Pena "KITA" Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos