Kalau memang aku salah Sebait kata maaf mungkin tak mampu
menggantikan semua yang pernah aku lakukan.
Tapi ku harap kamu mengerti dengan apa yang kutuliskan.
***
Aku
tidak pernah berharap semua yang terjadi antara kita seperti ini. Pertemanan
kita putus. Jujur aku merasa kehilangan pertemanan kita. Terutama kehilangan
orang sepertimu. Andai saja waktu dapat
di ulang. Aku minta Tuhan tak pernah memberikan takdir ini.
Aku
sangat nyaman di dekatmu. Aku yakin kamu pasti tahu penilaianku padamu. Ya. Kamu
adalah orang baik. Yang ku rasa bisa menuntunku kejalan yang baik. Itulah yang kurasa selama menjadi teman
dekatmu.
Mungkin, aku belum bisa memahamimu. Tapi setidaknya aku telah mencoba. Tapi entah ada angin apa hubungan kita tanpa kabar. Tanpa sapa. Dan benar saja. Kamu dingin.
Sebenarnya,
aku tidak terlalu menghiraukan pendapatmu tentang tulisan ini. Itu tidaklah
penting. Semua itu penilaianmu. Dan hakmu.
Aku
hanya ingin kamu jujur, sebenarnya apa salahku ? kamu ingat, pertanyaan yang
tempo hari pernah aku tanyakan padamu masih belum kamu jawab. Aku memang tak terlalu memikirkan jawaban
itu, tapi sehenggaknya jawablah. Biar gak ada kesalah fahaman lagi.
Entah
sampai kapan kita seperti. Diam. Tanpa ada yang memulai. Aku terlalu malu untuk
memulainya. Kamu tahu aku seorang wanita. Aku tak mungkin memulai. Aku
menunggumu memulai, entah sampai kapan ? aku akan tetap menunggu.
Untukmu yang tak
pernah mau untuk memulai.
0 komentar:
Post a Comment