Awalnya, ini hanya perasaan kagum
biasa yang tak begitu terlalalu kuperdulikan. Tapi kenyataannya aku salah;
perasaan ini berkembang menjadi takut kehilangan yang sangat sulit tuk ku
hindari. Aku mulai mencintaimu tanppa sepengetahuanmu. Semua berjalan seperti
biasa. Dan aku menikmati kedekatan kita uang entah harus di beri status apa.
Aku tak takut saat aku mencintaimu.
Ku biarkan cinta ini terus mengalir tanpa kendali. Percakapan kecil yang setiap
malam kau selipkan lewat pesan singkatmu, membawaku ke perasaan yang dulu
sangat ingin kuhindari.”cinta”.
Cinta itu tulus. Aku tak meminta
status serta kejelasan. Bahkan aku tak mengganggumu.aku tak seberani itu. Kau
mengerti semua tentangku. Tak mungkin kau tak mengerti dengan perasaan di
hatiku. Aku bisa melihat di matamu, ketika kau sedang bercerita denganku.
Tatapan yang begitu tajam, yang membuatku lemah.
Aku berusaha untuk memahamimu.
Memahami semua tentangmu. Kurasa sku mempunyai kesempatan untuk mengisi
hari-hari yang baru. Tapi ternyata, kita tak sejalan. Kau jauh dari apa yang
kubayangkan. Perhatian yang selama ini ku sediakan untukmu seperti asap yang hilang tak berbekas. Cinta
yang dulu kuperjuangkan untukmu. Seolah-olah hanya bualan belaka bagimu.
Kaubiarkan aku mengejar bayanganmu. Sementara kenyataannya ? kau hilang entah
kemana..
Tidak mungkin kau tidak tahu jika
aku mencintaimu. Tidak mungkin kau begitu buta. Hingga kau tak bisa melihat
perhatian yang selama ini aku sediakan khusus untukmu. Begitu keraskah hatimu ?. Hingga kau tak
menyadari semua itu ? begitu rapatkah
kau mengunci hatimu. Sampai tak ada ruang untukku ?.
Ku sangka percakapan kecil kita selama ini adalah hal yang special
bagimu. Ku kira, semua perlakuanmu padaku adalah suatu bentuk perhatian yang
coba kau perlihatkan. tapi kenyataannya, aku salah menafsirkan. Kau tak seperti
tu. Bagimu aku bukan siapa-siapa dan tak berarti apa-apa. Kau hanya mengangapmu
persinggahan bukan tujuan.
Aku tak bisa menahanmu pergi.
Bahkan, ketika kau memilih untuk menghabiskan kebahagiaanmu dengan orang lain.
Kemudian kau membiarkanku sendirian. Tanpa mengucapkan perpisahan atau sepatah
kata pun.
Kau pergi tanpa mengetahui perasaan
yang perlahan-lahan mulai mengerogoti pikiranku.;cinta.
0 komentar:
Post a Comment