16 July 2013

Sepertinya Aku Mencintaimu

Diposkan oleh Unknown di 2:03 AM 0 komentar



Awalnya matamu, senyummu tak berarti apa-apa bagiku. Sapa lembutmu dan tutur katamu bukan menjadi alasanku tersenyum setiap harinya. Semuanya mengalir begitu saja, kita tertawa bersama, menghabiskan waktu bersama, tanpa tahu bahwa cinta diam-diam menyergap aku dan kamu. Kita saling bercanda, menertawakan diri sendiri , tanpa ragu rasa itu menelusup kedalam labirin-labirin hatiku dan hatimu, yang telah lama tak diisi oleh orang yang special.
Tatapan matamu mulai menjadi hal yang tak biasa dimataku. Caramu mengungkapkan pendapat tak lagi kutanggapi dengan begitu santai. Suara tawamu menghipnotis bibirku untuk melengkungkan senyum manis, menyambut lekuk bibirmu yang tersenyum menatapku. Aku tahu sejak itu semua begitu indah. Pembicaraan yang sederhana menjadi pembicaraan yang special yang begitu menyenangkan. Aku bertanya ragu, inikah kamu yang tiba-tiba mengubah semuanya menjadi merah jambu ?  :’)

Kesepian itu...

Diposkan oleh Unknown di 1:48 AM 0 komentar


Waktu terus berjalan begitu cepat. Berjalan yang kita kira lambat ternyata bergerak begitu cepat. Semua telah berubah. Begitu juga kamu. Begitu juga aku. begitu juga kita. Waktu telah menghapus KITA yang merasa tak berbeda, waktu telah memutarbalikkan segalanya yang pernah indah. Tak ada yang tahu kapan waktu menjadi penyebab kegundahan. Aku menjalani, kamu meyakini, tapi pada akhirnya waktu juga yang menentukan akhir cerita ini. Kamu tak punya hak untuk menebak, begitu juga aku.
Kamu bilang tak akan ada yang terlalu berbeda, tak akan ada yang menyakitkan. Tapi, siapa yang tahu perasaan seseorang yang terdalam ? mulut bisa berkata bohong tapi hati sulit berdusta. Kalau boleh jujur  semua terasa asing dan berbeda. Hari-hariku yang kulewati seperti tebakan yang sudah kuketahui jawabannya.

12 June 2013

Sebait Kata Maaf

Diposkan oleh Unknown di 10:29 PM 0 komentar

Kalau memang aku salah Sebait kata maaf mungkin tak mampu menggantikan semua yang pernah aku lakukan.  Tapi ku harap kamu mengerti dengan apa yang kutuliskan.
***
                Aku tidak pernah berharap semua yang terjadi antara kita seperti ini. Pertemanan kita putus. Jujur aku merasa kehilangan pertemanan kita. Terutama kehilangan orang sepertimu.  Andai saja waktu dapat di ulang. Aku minta Tuhan tak pernah memberikan takdir ini.
                Aku sangat nyaman di dekatmu. Aku yakin kamu pasti tahu penilaianku padamu. Ya. Kamu adalah orang baik. Yang ku rasa bisa menuntunku kejalan yang baik.  Itulah yang kurasa selama menjadi teman dekatmu.
               

13 May 2013

Tuhan, aku tak minta banyak hal

Diposkan oleh Unknown di 12:26 AM 0 komentar


Tuhan, selamat pagi, selamat siang dan selamat malam ? aku tak tau di surga sedang malam ataukah siang. Sedang musim penghujan ataukah kemarau, atau mungkin musim semi. Entahlah.
                Tuhan, aku tau kau tak pernah sibuk. Aku tahu kau selalu mendengar semua doaku. Dan aku tahu kau pun juga mendengar isi hatiku. Aku tak curiga padaMu  karena aku percaya telingamu akan selalu mendengar siapapun yang percaya padaMu.  aku yakin pelukanMu dapat menghangatkan siapapun seisi dunia.
                Tuhan, masih tentang hal yang sama. Aku tak ingin mengganti topic. Masih tentang dia. Seseorang yang namanya selalu kuselipkan disetiap sujudku yang panjang.
                Tuhan, aku tahu dibalik perpisahan ini Kau punya rencana lain yang mungkin lebih baik. Tapi apakah salah jika aku masih menyelipkan namanya disetiap pertemuanku denganMu ?
                Aku tahu dia sudah menemukan penggantiku. Entah lebih baik ataukah lebih buruk. Aku tak tahu. Atas alasan apapun aku harus turut berbahagia dengan ini semua. Karena dia tak perlu bersedih seperti yang kulakukan akhir-akhir ini. Tuhan, sungguh… aku tak ingin dia merasakan sakit sepertiku. Cukup aku saja. Aku tak tega melihatnya terluka seperti luka di dadaku yang masih berbekas. Aku hanya ingin dia bahagia dengan ataupun tanpaku.
                Tuhan, aku menangis ketika mengingat semua ini, begitu cepat. Dalam hitungan jam dia mampu mencari penggantiku. Aku memang tak habis fikir. Padahal, aku sedang merasakan kebahagian yang perlahan-lahan mengisi hatiku. Tuhan, sekarang aku tahu. Aku masih belum mengerti semua tentangnya karena aku hanya melihat semua yang dia tunjukkan padaku saja, tanpa tahu apa yang ada di dalam hatinya.
 Aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Bagaimana hubungannya dengan kekasihnya. Biarlah, aku tak ingin mengurusi semua hal tentang mereka, karena aku yakin dia pasti bahagia. Aku percaya dia sedang ada di titik jatuh cinta setengah mati dengan kekasihnya. Dan dia tak mungkin lagi membutuhkanku dalam setiap helaan nafasnya. Tuhan, permintaanku masih sama seperti kemarin, jagalah dia untukku, bahagiakan dia, buat dia selalu tersenyum. Aku rela menangis untuknya agar ada lengkungan senyum di bibirnya. Karena senyum itulah yang aku harapkan. Aku memang tak bisa menyentuhnya. Tapi.. dalam jarak sejauh ini aku bisa memeluknya dalam doa.
                Pernah terfikir agar aku terkena amnesia dan melupakan sakit yang aku rasakan. Agar aku tak merasa kehilangan dan tak menangisi perpisahan ini. Rasanya hidup tak akan rumit jika setiap orang bisa melupakan sakit yang mereka rasakan. Tapi aku tahu.. hidup tak seperti itu.harus ada rasa sakit agar kita merasakan bahagia.
                Kurasa aku tak harus meratapi semua ini, karena mungkin dia sedang bahagia dengan kekasihnya. Dia pasti telah menemukan kehidupan baru yang menurutnya mampu mewarnai setiap detik helaan nafasnya. Aku turut senang jika hal itu benar. Kembali ke awal. Tuhan, aku tak ingin dia merasakan sakitnya perpisahan. Aku tak minta agar dia putus dengan kekasihnya, aku juga tak minta hubungannya kandas di tengah jalan. Aku hanya ingin dia bahagia. Itu saja.
               
               

07 May 2013

lelakiku

Diposkan oleh Unknown di 12:27 AM 0 komentar


Aku masih merasakan sakit yang kau goreskan di hati ini. Rasanya masih membekas. Dan aku tak tahu cara apa yang dapat mengobatinya.dari pertama,  Aku sadar aku akan merasakan kesedihan ini. Walaupun aku mengelak seperti apapun. Air mata ini pasti akan tetap mengalir. Sekalipun aku menyembunyikannya. Karena aku seorang wanita, tak ada wanita yang tak pernah menangis di dunia ini. Jika ada. dia munafik.
 Kamu masih ingatkan lelaki yang pernah aku ceritakan tempo hari ? iya. Dia. Aku selalu menceritakan semua kejadian yang aku alami saat masih bersama lelaki itu. Seberapa besar perasaanku terhadapnya. Seberapa besar perhatiannya melumpuhkan hatiku. Dan seberapa besar senyumnya membangkitkanku.
Kamu kenal aku kan ? aku tak segampang menjatuhkan pensil  ke lantai. Tak segampang membalikkan telapak tangan untuk melupakan seseorang. Apalagi orang itu telah membuat hari-hariku lebih berwarna. Dan membuat hari-hariku cerah bak mentari menyinari cakrawala. Tapi itu semua, dulu. Saat aku masih bersamanya. Aku dan dia tak seperti dulu. Senyumannya tak semanis dulu. Sapaannya tak sehangat dulu. Dan semuanya tak seperti dulu. Aku tak bisa memahami perubahan apa yang membuat lelaki itu begitu berbeda.
Dari semua tingkah lakuku tak mungkin kamu tak mengerti perasaanku dengannnya. Dan dari semua ceritaku tak mungkin kau tuli dengan apa yang kau cerna dari omonganku. Aku terlalu banyak menunda dan memendam. Mungkin di situ letak kesalahanku. Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Bukankah cinta itu tak pernah salah ?
Berbahagialah kamu dengan lelaki itu, lelaki yang yang selalu ku sebut dalam cerita-ceritaku. lelaki yang begitu tinggi untuk ku gapai dan begitu susah untukku memahami tentangnya. Setiap aku melihatnya denganmu aku selalu berusaha ikhlas dan yakin cinta itu tak harus memiliki.
Tapi tenanglah, aku tak akan merebutnya dari kamu. Aku tlah melupakannya. Karena tlah ada lelaki baru yang mengisi hari-hariku menggantikanmu. Sekalipun aku tak begitu menghiraukannya. Tapi sehenggaknya dia mampu membawaku keluar dari gelapnya hidup.
Lelaki  yang kini bersamamu masih menjadi bayang-bayang  yang tak pernah hilang di fikiranku. Semakin aku mencoba melawan itu. Bayanganmu semakin nyata memasuki alam bawah sadarku.  Aku tak ingin semakin terjebak di ruang nostalgia ini.
Kamu ! aku mohon, jaga lelaki itu baik-baik karena ketika kamu melepasnya, kamu tak akan mudah mencari lelaki seperti dia. Mungkin aku tak bisa menemaninya seperti dulu. Tapi tenanglah namanya  tak akan pernah absen dari setiap sembah sujudku padaMu.
Dan satu lagi, aku belum sempat membuat dia tersenyum. Tolonglah ini permintaan terakhirku. Setelah itu aku tak akan mengganggumu lagi. Aku akan pergi jauh ke mana tempat yang jauh dari memori ingatan yang masih tersisa ini.

Diposkan oleh Unknown di 12:13 AM 0 komentar

Penyesalan  yang  terelakan,

Jangan salah sangka dulu. Aku bukan menyesal mengenalmu. Dan tenanglah kamu tak pernah salah, karena aku pun belum pernah mengaku apapun padamu. Dan tentu aku pun tak menyesali itu karena aku sudah memutuskannya dan sampai terakhirku aku menyapamu aku masih tak menyesali itu.
                Kukira kamu adalah sebagian besar alas an dari apa yang ku pikirkan yang ingin kutanyakan. Apa uang ada padamu hingga aku kadang menjadi konyol. Tapi pada siapa ? kamu ? itu mustahil. Dan tak akan mungkin sanggup ku lakukan . lalu siapa / berkali-kali kupikirkan. Kitelusuri alasannya tapi kurasa kau pun yau itu nihil. Kenapa harus kamu yang membuatku seperti ini. Teraduk dalam secangkir perasaan yang tak tampak namun terefleksi dari sikapku padamu. Dan ku anggap kau tak pernah menyadarinya. Tapi aku sadar, tak ada yang bisa disalahkan sekalipun itu perasaanku sendiri.
                Dulu, kamu seolah memberiku sebuah jet yang bisa membawaku melesat. Siapa yang tak senang / aku bukan orang munafik (semoga ) terutama apapun tentangmu. Semua sikapmu seolah membiusku hingga aku sadar aku tak bisa mendaratkan jet ini . hingga jet ini tak butuh lagi kendaliku. Lalu aku harus bagaimana ? ikut jatuh dan hancur ? aku tak mau hancur dengan alas an”kamu”. Lalu ? lompat ? siapa yang menangkapku ? ada sekalipun, kurasa aku meragukannya. Lalu setelah aku jatuh, apa yang kamu lakukan.membiarkanku ?

Untuk setiap  penyesalan yang bisa kurelakan

30 April 2013

AKU MASIH BELUM MEMAHAMIMU

Diposkan oleh Unknown di 1:39 AM 0 komentar


Awalnya, ini hanya perasaan kagum biasa yang tak begitu terlalalu kuperdulikan. Tapi kenyataannya aku salah; perasaan ini berkembang menjadi takut kehilangan yang sangat sulit tuk ku hindari. Aku mulai mencintaimu tanppa sepengetahuanmu. Semua berjalan seperti biasa. Dan aku menikmati kedekatan kita uang entah harus di beri status apa.
Aku tak takut saat aku mencintaimu. Ku biarkan cinta ini terus mengalir tanpa kendali. Percakapan kecil yang setiap malam kau selipkan lewat pesan singkatmu, membawaku ke perasaan yang dulu sangat ingin kuhindari.”cinta”.
Cinta itu tulus. Aku tak meminta status serta kejelasan. Bahkan aku tak mengganggumu.aku tak seberani itu. Kau mengerti semua tentangku. Tak mungkin kau tak mengerti dengan perasaan di hatiku. Aku bisa melihat di matamu, ketika kau sedang bercerita denganku. Tatapan yang begitu tajam, yang membuatku lemah.
Aku berusaha untuk memahamimu. Memahami semua tentangmu. Kurasa sku mempunyai kesempatan untuk mengisi hari-hari yang baru. Tapi ternyata, kita tak sejalan. Kau jauh dari apa yang kubayangkan. Perhatian yang selama ini ku sediakan untukmu  seperti asap yang hilang tak berbekas. Cinta yang dulu kuperjuangkan untukmu. Seolah-olah hanya bualan belaka bagimu. Kaubiarkan aku mengejar bayanganmu. Sementara kenyataannya ? kau hilang entah kemana..
Tidak mungkin kau tidak tahu jika aku mencintaimu. Tidak mungkin kau begitu buta. Hingga kau tak bisa melihat perhatian yang selama ini aku sediakan khusus untukmu.  Begitu keraskah hatimu ?. Hingga kau tak menyadari semua itu ?  begitu rapatkah kau mengunci hatimu. Sampai tak ada ruang untukku ?.

Ku sangka percakapan  kecil kita selama ini adalah hal yang special bagimu. Ku kira, semua perlakuanmu padaku adalah suatu bentuk perhatian yang coba kau perlihatkan. tapi kenyataannya, aku salah menafsirkan. Kau tak seperti tu. Bagimu aku bukan siapa-siapa dan tak berarti apa-apa. Kau hanya mengangapmu persinggahan bukan tujuan.
Aku tak bisa menahanmu pergi. Bahkan, ketika kau memilih untuk menghabiskan kebahagiaanmu dengan orang lain. Kemudian kau membiarkanku sendirian. Tanpa mengucapkan perpisahan atau sepatah kata pun.
Kau pergi tanpa mengetahui perasaan yang perlahan-lahan mulai mengerogoti pikiranku.;cinta.

24 April 2013

Merelakan..

Diposkan oleh Unknown di 12:06 AM 0 komentar


Kamu mengenalkan namamu begitu saja. Uluran tanganmu. Dan senyuman manis yang keluar dari bibirmu berlalu tanpa aku ingat-ingat kembali. Awalnya, berjalan sederhana. Kita tertawa. Kita tersenyum. Dan kita saling bercerita satu sama lain. Pertemuan  manis yang selalu kita sempatkan dan juga perhatianmu, aku hanya anggap hal biasa yang tak perlu di lebih-lebihkan.
                Kehadiranmu membawaku terbang dan mulai berimajinasi tentang ‘aku’ dan ‘kamu’ menjadi bayangan  kita. Perasaan yang aneh. Yang mulai aku rasakan di setiap pertemuan hangat ktia. Sehari saja aku tak bertemu denganmu rasanya seperti ada yang hilang. di setiap pertemuan kita selalu ada saja topic hangat yang kita bicarakan. Dan ujung-ujungnya kita membahas tentang cinta.
                Kau mulai menceritakan tentang masa lalumu yang begitu suram. Aku mengerti tentang apa yang kamu rasakan. Aku mulai memahami kerinduanmu akan sentuhan seorang wanita.sesungguhnya, aku tlah memberikan perhatian lebih buat kamu. Walaupun tanpa sepengetahuanmu. Tapi apakah kamu tak merasakan semua itu ? tapi sudahlah. Aku tak ingin membahasnya. Kamu melanjutkan ceritamu lagi.
                Aku senang ketika kamu mencurahkan tentang masalah dan apa yang saat ini kamu rasakan. Itu tandanya kamu mempercayaiku untuk mendengarkan semua keluh-kesahmu. Aku mulai menaruh harapan denganmu. Tapi aku biarkan semuanya berjalan mengalir seperti layaknya mata air yang sedang mengalir dari hulu ke hilir. tanpa aku aku sadari perasaan aneh (cinta) itu perlahan-lahan mulai tumbuh. Tapi aku menganggap semua ini bukan cinta tapi hanya ketertarikanku denganmu karena kamu tlah memberikan sesuatu baru di kehidupanku.  Tapi aku tak bisa menyangkal semua perasaan ‘cinta’ itu. aku terus berusaha meyakinkan diriku bahwa semua perhatianmu. Candaanmu. Hanyalah perhatian dan candaaan kepada seorang teman. Bukan siapa-siapa.
                Tapi kenapa takdir harus berkata lain. Perasaan ini mulai tak terkendali hingga memuncak di suatu titik yang tidak bisa ku jelaskan.  Jika memang benar yang aku rasakan ini cinta. salahkah ? tapi tak ada salahnya aku berharap padamu karena [mungkin] kita memiliki perasaan yang sama ? karena kamu adalah alasan ku tersenyum. Aku yakin kamu tak akan mengecewakanku dan menyakitiku. Karena aku percaya, kamu orang yang akan selalu menjagaku. Dan tak akan melakukan hal sejahat itu. Sialnya itu kebodohan yang amat ku sesali ! .
                Dan ketakutan yang selama ini aku rasakan terjawab sudah. Kau menghilang begitu saja bagaikan asap yang di bawa angin. Tak ada kabar darimu. Kamu pergi tanpa ada ucapan pisah atau sepatah kata pun.  Di fikiranku tak pernah terbesit kamu akan melakukan ini. Aku marah. Tapi apakah pantas ? aku bukan siapa-siapamu. Aku hanya seseorang yang selalu menemani malam-malammu dengan senyuman dan candaan. Mungkin aku hanya tempat persinggahanmu ketika kamu tak menemukan seseorang yang dapat mengertimu. Aku pahami itu.  
                Aku bukanlah orang yang munafik[semoga] aku sungguh kehilanganmu. Aku sudah  terbiasa  dengan candaan dan perhatianmu. Tapi kini semua itu telah sirna. Apa mau dikata nasi pun telah jadi bubur. Aku tak bisa membalikkan keadaan seperti dulu pertama kali aku bertemu denganmu. andaipun  bisa. Tapi itu mustahil.sesuatu yang tak akan mungkin terjadi.
                Tapi jika di fikirkan lagi. Disini aku yang salah, aku tak punyak beribu yali untuk mengatakannya padamu. Aku lebih memilih diam dalam kebisuan. Karena aku takut kamu tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Jelas, ini murni bukan kesalahanmu dan juga bukan kesalahannya. Tapi tidakkah kamu melihat perhatianku padamu ?. Sebegitu keraskah hatimu hingga kau tak menyadari jika aku mencintaimu ?.
                Aku harus bisa merelakanmu. Karena aku tak mungkin terus terjebak di masa lalu ‘kita’. Maaf bukan kita, lebih tepatnya ‘aku’ dan ‘kamu’.
 

Pena "KITA" Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos