Aku masih merasakan sakit yang kau
goreskan di hati ini. Rasanya masih membekas. Dan aku tak tahu cara apa yang
dapat mengobatinya.dari pertama, Aku
sadar aku akan merasakan kesedihan ini. Walaupun aku mengelak seperti
apapun. Air mata ini pasti akan tetap mengalir. Sekalipun aku
menyembunyikannya. Karena aku seorang wanita, tak ada wanita yang tak pernah
menangis di dunia ini. Jika ada. dia munafik.
Kamu masih ingatkan lelaki yang pernah aku
ceritakan tempo hari ? iya. Dia. Aku selalu menceritakan semua kejadian yang aku
alami saat masih bersama lelaki itu. Seberapa besar perasaanku terhadapnya.
Seberapa besar perhatiannya melumpuhkan hatiku. Dan seberapa besar senyumnya
membangkitkanku.
Kamu kenal aku kan ? aku tak
segampang menjatuhkan pensil ke lantai.
Tak segampang membalikkan telapak tangan untuk melupakan seseorang. Apalagi
orang itu telah membuat hari-hariku lebih berwarna. Dan membuat hari-hariku
cerah bak mentari menyinari cakrawala. Tapi itu semua, dulu. Saat aku masih
bersamanya. Aku dan dia tak seperti dulu. Senyumannya tak semanis dulu.
Sapaannya tak sehangat dulu. Dan semuanya tak seperti dulu. Aku tak bisa
memahami perubahan apa yang membuat lelaki itu begitu berbeda.
Dari semua tingkah lakuku tak
mungkin kamu tak mengerti perasaanku dengannnya. Dan dari semua ceritaku tak
mungkin kau tuli dengan apa yang kau cerna dari omonganku. Aku terlalu banyak
menunda dan memendam. Mungkin di situ letak kesalahanku. Aku tak bisa
menyalahkan siapa-siapa. Bukankah cinta itu tak pernah salah ?
Berbahagialah kamu dengan lelaki
itu, lelaki yang yang selalu ku sebut dalam cerita-ceritaku. lelaki yang begitu
tinggi untuk ku gapai dan begitu susah untukku memahami tentangnya. Setiap aku
melihatnya denganmu aku selalu berusaha ikhlas dan yakin cinta itu tak harus
memiliki.
Tapi tenanglah, aku tak akan
merebutnya dari kamu. Aku tlah melupakannya. Karena tlah ada lelaki baru yang
mengisi hari-hariku menggantikanmu. Sekalipun aku tak begitu menghiraukannya.
Tapi sehenggaknya dia mampu membawaku keluar dari gelapnya hidup.
Lelaki yang kini bersamamu masih menjadi
bayang-bayang yang tak pernah hilang di
fikiranku. Semakin aku mencoba melawan itu. Bayanganmu semakin nyata memasuki
alam bawah sadarku. Aku tak ingin
semakin terjebak di ruang nostalgia ini.
Kamu ! aku mohon, jaga lelaki itu
baik-baik karena ketika kamu melepasnya, kamu tak akan mudah mencari lelaki
seperti dia. Mungkin aku tak bisa menemaninya seperti dulu. Tapi tenanglah
namanya tak akan pernah absen dari
setiap sembah sujudku padaMu.
Dan satu lagi, aku belum sempat
membuat dia tersenyum. Tolonglah ini permintaan terakhirku. Setelah itu aku tak
akan mengganggumu lagi. Aku akan pergi jauh ke mana tempat yang jauh dari
memori ingatan yang masih tersisa ini.
0 komentar:
Post a Comment