07 May 2013

lelakiku

Diposkan oleh Unknown di 12:27 AM


Aku masih merasakan sakit yang kau goreskan di hati ini. Rasanya masih membekas. Dan aku tak tahu cara apa yang dapat mengobatinya.dari pertama,  Aku sadar aku akan merasakan kesedihan ini. Walaupun aku mengelak seperti apapun. Air mata ini pasti akan tetap mengalir. Sekalipun aku menyembunyikannya. Karena aku seorang wanita, tak ada wanita yang tak pernah menangis di dunia ini. Jika ada. dia munafik.
 Kamu masih ingatkan lelaki yang pernah aku ceritakan tempo hari ? iya. Dia. Aku selalu menceritakan semua kejadian yang aku alami saat masih bersama lelaki itu. Seberapa besar perasaanku terhadapnya. Seberapa besar perhatiannya melumpuhkan hatiku. Dan seberapa besar senyumnya membangkitkanku.
Kamu kenal aku kan ? aku tak segampang menjatuhkan pensil  ke lantai. Tak segampang membalikkan telapak tangan untuk melupakan seseorang. Apalagi orang itu telah membuat hari-hariku lebih berwarna. Dan membuat hari-hariku cerah bak mentari menyinari cakrawala. Tapi itu semua, dulu. Saat aku masih bersamanya. Aku dan dia tak seperti dulu. Senyumannya tak semanis dulu. Sapaannya tak sehangat dulu. Dan semuanya tak seperti dulu. Aku tak bisa memahami perubahan apa yang membuat lelaki itu begitu berbeda.
Dari semua tingkah lakuku tak mungkin kamu tak mengerti perasaanku dengannnya. Dan dari semua ceritaku tak mungkin kau tuli dengan apa yang kau cerna dari omonganku. Aku terlalu banyak menunda dan memendam. Mungkin di situ letak kesalahanku. Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Bukankah cinta itu tak pernah salah ?
Berbahagialah kamu dengan lelaki itu, lelaki yang yang selalu ku sebut dalam cerita-ceritaku. lelaki yang begitu tinggi untuk ku gapai dan begitu susah untukku memahami tentangnya. Setiap aku melihatnya denganmu aku selalu berusaha ikhlas dan yakin cinta itu tak harus memiliki.
Tapi tenanglah, aku tak akan merebutnya dari kamu. Aku tlah melupakannya. Karena tlah ada lelaki baru yang mengisi hari-hariku menggantikanmu. Sekalipun aku tak begitu menghiraukannya. Tapi sehenggaknya dia mampu membawaku keluar dari gelapnya hidup.
Lelaki  yang kini bersamamu masih menjadi bayang-bayang  yang tak pernah hilang di fikiranku. Semakin aku mencoba melawan itu. Bayanganmu semakin nyata memasuki alam bawah sadarku.  Aku tak ingin semakin terjebak di ruang nostalgia ini.
Kamu ! aku mohon, jaga lelaki itu baik-baik karena ketika kamu melepasnya, kamu tak akan mudah mencari lelaki seperti dia. Mungkin aku tak bisa menemaninya seperti dulu. Tapi tenanglah namanya  tak akan pernah absen dari setiap sembah sujudku padaMu.
Dan satu lagi, aku belum sempat membuat dia tersenyum. Tolonglah ini permintaan terakhirku. Setelah itu aku tak akan mengganggumu lagi. Aku akan pergi jauh ke mana tempat yang jauh dari memori ingatan yang masih tersisa ini.

0 komentar:

Post a Comment

 

Pena "KITA" Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos