Untukmu, pria yang tak pernah
menyadari kehadiranku.
Maaf bila aku terlalu egois dan
tidak mau mengatakannya secara langsung denganmu, kamu tahu, aku tak punya
nyali sebesar nyalimu. Mungkin, tulisan ini sangat memalukan, tapi ini yang aku
rasakan setelah sekian lama denganmu.
‘Kamu, apa kabar ?’
Aku sering kali menyapamu dengan
kalimat itu, di pesan singkatmu maupun di social mediamu. Atau aku hanya
tersenyum dan kuharap, kamu tahu senyum itu tulus dari hatiku. Sunggguh. Tapi
kamu jangan berpikir aku tidak pernah tersenyum tulus kepada semua orang,
maksudku bukan begitu. Mmm gimana menjelaskannya. Intinya aku tulus tersenyum
padamu, jujur, itu senyum dari hati aku yang terdalam.