Kamu, aku merindukanmu, sungguh , sangat merindukanmu .
hanya saja aku tak mampu mengungkapkannya kepadamu, aku lebih memilih diam, bukan apa, aku takut kamu menertawakanku
, dan mungkin lebih dari itu , aku tak mengerti denganmu , kau tak pernah menyapaku
seperti dulu, tak pernah tersenyum denganku seperti dulu , semuanya tentangmu
tak seperti dulu, salahkah aku , jika aku merasakan seperti itu ? aku bingung
aku harus bersikap apa ketika kamu menatapku , atau pun bahkan berjalan
disampingmu, semua terlalu berbeda. Aku tak merasakan hembusan nafasmu yang
dulu, sungguh berbeda, semuanya terlalu cepat , aku terlalu sulit untuk
menerimanya .
Sekali lagi aku sangat merindukanmu, kata kata ini tak
pernah lepas dari pikiranku ketika melihatmu, apakah ada yang salah denganku ?
ataukah kamu punya alasan lain atas semua sikapmu ? jika ada . katakanlah , aku
butuh kejelasan, aku tak mau terbunuh oleh tanda Tanya besar atas perubahanmu, aku butuh alasan, walaupun
sepatah kata , ungkapkanlah, sekalipun menyakitkan. Aku minta jawabanmu sebagai teman yang
mungkin engkau lupakan, terserahlah, apa pendapatmu tentang status kita, yang
aku tahu , aku masih menganggapmu sebagai salah satu orang yang pernah
membawaku lari dari gelapnya lorong-lorong kehidupan . rengkuhan tanganmu masuk
kedalam jemari-jemariku, dan menggenggamnya dengan erat . ah , sudahlah, aku tak ingin berbicara masa lalu, semua
terlalu indah dan mungkin hingga saat ini aku masih belum bisa melupakanmu .
0 komentar:
Post a Comment