21 February 2014

cinta sesaat

Diposkan oleh Unknown di 7:00 PM
Hari ini seseorang yang baru sesaat ini mengisi setiap gelembung-gelembung nafas yang kuhembuskan. Baru saja mengisi labirin- labirin hati, dan baru saja mengisi kekosongan kekosongan hari hariku. Dia ada didepan mataku, bertingkah yang entah apa maksudnya. Mulut ini tak bisa menjelaskan , karena hanya hati yang mengerti apa maksud dari semua tingkahnya. Tapi aku tak ingin memikirkannya dengan hati, pasti semua akan berhenti  dengan jawaban kosong . untuk semua tentangmu, aku terlalu lelah menjadi pendengar setiamu, menjadi seseorang yang hanya kamu anggap tak pernah hadir dalam hidupmu, menjadi seseorang yang selalu engkau tak perdulikan, aku lelah, mencoba tersenyum disaat kamu begitu mesrah dengan wanita lain .aku lelah karena selalu aku dan aku yang harus menunggu.
Terkadang hanya untuk menghibur diri, aku membayangkanmu datang dimimpiku dengan sosok yang begitu berbeda. Baik, perhatian dan yang pasti engkau tak lagi bersama wanita lain . tapi semua itu hanya mimpi, yang entah kapan waktu menjawabnya .
Ah, sudahlah aku tak ingin bayanganmu membawaku terbang dan terhempas jauh dari kenyataan. Terlalu sakit. Untuk itu aku ingin bangun dan bertanya pada waktu, masih pantaskah aku mengharapkan seseorang yang mungkin hatinya untuk orang lain ? salahkah dengan perasaan ini ? aku tak mungkin menyembunyikannya terlalu lama karena mungkin ini akan berdampak tibak baik buat kesehatan hati . ah lupakan, hanya lawakan sesaat . tanpa waktu menjawab, aku pun tau jawabannya . sudah jelas perasaan itu salah, tetapi apa pun yang terjadi perasaan itu juga tak bisa disalahkan. Karena dia tak pernah meminta rasa itu ada, dia hanya dianugrahkan tuhan .
Kali ini tentang aku dan kamu. Hari demi hari kita lewati sebagai teman . kita bercanda , dan  tertawa, tapi hingga pada saat waktu memaksakan perasaan ini untuk muncul lagi, sebagai sebuah perasaan yang tak bisa diungkapkan , yaitu cinta; aku takut dengan hadirnya perasaan ini, semua tak akan lagi sama, semua akan berbeda, dan bahkan mungkin kita tak bisa tertawa selega ini.  Ah, pikiranku semakin kacau, aku tak tau cara apalagi yang harus aku lakukan untuk menutupi perasaan ini.
Aku mencoba bersikap seperti biasanya ketika bertemu denganmu, tapi kini entah ada apa, kamu yang begitu berbeda, tak seceria dulu, mendung hati menutupi semua tingkah lakumu, aneh;  tapi aku berusaha menahan hati untuk tidak menanyakan apa yang terjadi denganmu, karena mungkin pertanyaanku akan berakhir tanpa jawaban darimu. Terbesit lamunan sejenak atas semua sikapmu itu apa mungkin  kamu telah mengetahui perasaan yang selama ini aku coba pendam. Perasaan yang tak ingin aku permasalahkan, tapi mungkinkah perasaan itu secara tidak sadar terefleksi dari sikapku padamu ? tapi bisa jadi sikapmu seperti itu karena ada hal lain yang terjadi denganmu . aaah bingung. Pusing, pertanyaan itu memaksaku untuk berfikir terlalu keras,  lupakan
Keesokan harinya, aku mencoba menyapamu tapi tiba-tiba  jantung ini berdetak lebih cepat dari biasanya  dan  perasaan lain itu muncul lagi. Hingga kata-kata pun sulit keluar dari mulutku dan semua berakhir dengan “diam” .

Hari terus berjalan menggantikan jam yang berada di dinding rumah. Seiring dengan perasaan yang aku rasakan saat ini terhadapmu. Aku terlalu ragu untuk mengatakan ini cinta karena terkadang aku pun ingin pergi dari kehidupanmu. Aku ingin mencari kehidupan lain yang mungkin jauh lebih menarik. Mungkin  kamu hanya cinta sesat. Yang hanya sesaat membuatku merasa nyaman ketika denganmu. 

0 komentar:

Post a Comment

 

Pena "KITA" Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos