Hari ini seseorang yang baru sesaat ini mengisi setiap
gelembung-gelembung nafas yang kuhembuskan. Baru saja mengisi labirin- labirin
hati, dan baru saja mengisi kekosongan kekosongan hari hariku. Dia ada didepan
mataku, bertingkah yang entah apa maksudnya. Mulut ini tak bisa menjelaskan ,
karena hanya hati yang mengerti apa maksud dari semua tingkahnya. Tapi aku tak
ingin memikirkannya dengan hati, pasti semua akan berhenti dengan jawaban kosong . untuk semua
tentangmu, aku terlalu lelah menjadi pendengar setiamu, menjadi seseorang yang
hanya kamu anggap tak pernah hadir dalam hidupmu, menjadi seseorang yang selalu
engkau tak perdulikan, aku lelah, mencoba tersenyum disaat kamu begitu mesrah
dengan wanita lain .aku lelah karena selalu aku dan aku yang harus menunggu.
Terkadang hanya untuk menghibur diri, aku membayangkanmu datang dimimpiku dengan sosok yang begitu berbeda. Baik, perhatian dan yang pasti engkau tak lagi bersama wanita lain . tapi semua itu hanya mimpi, yang entah kapan waktu menjawabnya .
Terkadang hanya untuk menghibur diri, aku membayangkanmu datang dimimpiku dengan sosok yang begitu berbeda. Baik, perhatian dan yang pasti engkau tak lagi bersama wanita lain . tapi semua itu hanya mimpi, yang entah kapan waktu menjawabnya .
Ah, sudahlah aku tak ingin bayanganmu membawaku terbang dan
terhempas jauh dari kenyataan. Terlalu sakit. Untuk itu aku ingin bangun dan
bertanya pada waktu, masih pantaskah aku mengharapkan seseorang yang mungkin
hatinya untuk orang lain ? salahkah dengan perasaan ini ? aku tak mungkin
menyembunyikannya terlalu lama karena mungkin ini akan berdampak tibak baik
buat kesehatan hati . ah lupakan, hanya lawakan sesaat . tanpa waktu menjawab,
aku pun tau jawabannya . sudah jelas perasaan itu salah, tetapi apa pun yang
terjadi perasaan itu juga tak bisa disalahkan. Karena dia tak pernah meminta
rasa itu ada, dia hanya dianugrahkan tuhan .
Kali ini tentang aku dan kamu. Hari demi hari kita lewati
sebagai teman . kita bercanda , dan
tertawa, tapi hingga pada saat waktu memaksakan perasaan ini untuk
muncul lagi, sebagai sebuah perasaan yang tak bisa diungkapkan , yaitu cinta;
aku takut dengan hadirnya perasaan ini, semua tak akan lagi sama, semua akan
berbeda, dan bahkan mungkin kita tak bisa tertawa selega ini. Ah, pikiranku semakin kacau, aku tak tau cara
apalagi yang harus aku lakukan untuk menutupi perasaan ini.
Aku mencoba bersikap seperti biasanya ketika bertemu
denganmu, tapi kini entah ada apa, kamu yang begitu berbeda, tak seceria dulu,
mendung hati menutupi semua tingkah lakumu, aneh; tapi aku berusaha menahan hati untuk tidak
menanyakan apa yang terjadi denganmu, karena mungkin pertanyaanku akan berakhir
tanpa jawaban darimu. Terbesit lamunan sejenak atas semua sikapmu itu apa
mungkin kamu telah mengetahui perasaan
yang selama ini aku coba pendam. Perasaan yang tak ingin aku permasalahkan,
tapi mungkinkah perasaan itu secara tidak sadar terefleksi dari sikapku padamu
? tapi bisa jadi sikapmu seperti itu karena ada hal lain yang terjadi denganmu
. aaah bingung. Pusing, pertanyaan itu memaksaku untuk berfikir terlalu
keras, lupakan
Keesokan harinya, aku mencoba menyapamu tapi tiba-tiba jantung ini berdetak lebih cepat dari
biasanya dan perasaan lain itu muncul lagi. Hingga
kata-kata pun sulit keluar dari mulutku dan semua berakhir dengan “diam” .
Hari terus berjalan menggantikan jam yang berada di dinding
rumah. Seiring dengan perasaan yang aku rasakan saat ini terhadapmu. Aku
terlalu ragu untuk mengatakan ini cinta karena terkadang aku pun ingin pergi
dari kehidupanmu. Aku ingin mencari kehidupan lain yang mungkin jauh lebih
menarik. Mungkin kamu hanya cinta sesat.
Yang hanya sesaat membuatku merasa nyaman ketika denganmu.
0 komentar:
Post a Comment