24 April 2013

Merelakan..

Diposkan oleh Unknown di 12:06 AM


Kamu mengenalkan namamu begitu saja. Uluran tanganmu. Dan senyuman manis yang keluar dari bibirmu berlalu tanpa aku ingat-ingat kembali. Awalnya, berjalan sederhana. Kita tertawa. Kita tersenyum. Dan kita saling bercerita satu sama lain. Pertemuan  manis yang selalu kita sempatkan dan juga perhatianmu, aku hanya anggap hal biasa yang tak perlu di lebih-lebihkan.
                Kehadiranmu membawaku terbang dan mulai berimajinasi tentang ‘aku’ dan ‘kamu’ menjadi bayangan  kita. Perasaan yang aneh. Yang mulai aku rasakan di setiap pertemuan hangat ktia. Sehari saja aku tak bertemu denganmu rasanya seperti ada yang hilang. di setiap pertemuan kita selalu ada saja topic hangat yang kita bicarakan. Dan ujung-ujungnya kita membahas tentang cinta.
                Kau mulai menceritakan tentang masa lalumu yang begitu suram. Aku mengerti tentang apa yang kamu rasakan. Aku mulai memahami kerinduanmu akan sentuhan seorang wanita.sesungguhnya, aku tlah memberikan perhatian lebih buat kamu. Walaupun tanpa sepengetahuanmu. Tapi apakah kamu tak merasakan semua itu ? tapi sudahlah. Aku tak ingin membahasnya. Kamu melanjutkan ceritamu lagi.
                Aku senang ketika kamu mencurahkan tentang masalah dan apa yang saat ini kamu rasakan. Itu tandanya kamu mempercayaiku untuk mendengarkan semua keluh-kesahmu. Aku mulai menaruh harapan denganmu. Tapi aku biarkan semuanya berjalan mengalir seperti layaknya mata air yang sedang mengalir dari hulu ke hilir. tanpa aku aku sadari perasaan aneh (cinta) itu perlahan-lahan mulai tumbuh. Tapi aku menganggap semua ini bukan cinta tapi hanya ketertarikanku denganmu karena kamu tlah memberikan sesuatu baru di kehidupanku.  Tapi aku tak bisa menyangkal semua perasaan ‘cinta’ itu. aku terus berusaha meyakinkan diriku bahwa semua perhatianmu. Candaanmu. Hanyalah perhatian dan candaaan kepada seorang teman. Bukan siapa-siapa.
                Tapi kenapa takdir harus berkata lain. Perasaan ini mulai tak terkendali hingga memuncak di suatu titik yang tidak bisa ku jelaskan.  Jika memang benar yang aku rasakan ini cinta. salahkah ? tapi tak ada salahnya aku berharap padamu karena [mungkin] kita memiliki perasaan yang sama ? karena kamu adalah alasan ku tersenyum. Aku yakin kamu tak akan mengecewakanku dan menyakitiku. Karena aku percaya, kamu orang yang akan selalu menjagaku. Dan tak akan melakukan hal sejahat itu. Sialnya itu kebodohan yang amat ku sesali ! .
                Dan ketakutan yang selama ini aku rasakan terjawab sudah. Kau menghilang begitu saja bagaikan asap yang di bawa angin. Tak ada kabar darimu. Kamu pergi tanpa ada ucapan pisah atau sepatah kata pun.  Di fikiranku tak pernah terbesit kamu akan melakukan ini. Aku marah. Tapi apakah pantas ? aku bukan siapa-siapamu. Aku hanya seseorang yang selalu menemani malam-malammu dengan senyuman dan candaan. Mungkin aku hanya tempat persinggahanmu ketika kamu tak menemukan seseorang yang dapat mengertimu. Aku pahami itu.  
                Aku bukanlah orang yang munafik[semoga] aku sungguh kehilanganmu. Aku sudah  terbiasa  dengan candaan dan perhatianmu. Tapi kini semua itu telah sirna. Apa mau dikata nasi pun telah jadi bubur. Aku tak bisa membalikkan keadaan seperti dulu pertama kali aku bertemu denganmu. andaipun  bisa. Tapi itu mustahil.sesuatu yang tak akan mungkin terjadi.
                Tapi jika di fikirkan lagi. Disini aku yang salah, aku tak punyak beribu yali untuk mengatakannya padamu. Aku lebih memilih diam dalam kebisuan. Karena aku takut kamu tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Jelas, ini murni bukan kesalahanmu dan juga bukan kesalahannya. Tapi tidakkah kamu melihat perhatianku padamu ?. Sebegitu keraskah hatimu hingga kau tak menyadari jika aku mencintaimu ?.
                Aku harus bisa merelakanmu. Karena aku tak mungkin terus terjebak di masa lalu ‘kita’. Maaf bukan kita, lebih tepatnya ‘aku’ dan ‘kamu’.

0 komentar:

Post a Comment

 

Pena "KITA" Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos