11 September 2014

Kekasih Sehari

Diposkan oleh Unknown di 11:23 PM
Apa kabar pagi ? masihkah mentari menemanimu hari ini ? kalaupun saja tidak, biarkan aku kali ini yang menemanimu..
Pagi, masih ingatkah kamu tentang pria yang pernah kuceritakan tempo hari, iya dia pria yang pernah aku tinggalkan dulu. sekarang dia kembali, tapi tak sendiri, dia bersama wanita yang sekarang menyandang menjadi kekasihnya. Di sisi lain aku bahagia, akhirnya dia tak usah sesedih itu karena pernah ku tinggalkan, dia tak perlu bermurung ria sepanjang hari hanya karena mengingat kenangannya akan tentangku. Tapi di sisi lain, aku cemburu, kenapa dia segampang itu melupakanku dan menjalin kasih dengan wanita lain ? tak adakah sedikit rasa yang mungkin masih tertinggal untukku, ah lupakan kata-kata ku tadi. Waktu, mungkin ini yang pernah kamu katakan padaku,kamu akan mempertemukanku lagi dengannya tapi tidak seperti dulu kala ketika pertama kali aku mengenalnya. Aku tahu itu.

Pagi, bagaimana jika ku katakan aku masih mencintainya ? aku masih berharap dia kembali ? bukan hanya untukku, tapi untuk hatiku. Tapi mustahil sepertinya, dia pernah ku lukai dulu dan mungkin sampai saat ini luka itu masih belum sembuh, lalu aku inginkan dia kembali semudah itu. Ah, kenapa aku harus meninggalkannya dulu ?
Pagi, malam itu aku dengannya, memutari setiap sudut kota. Tapi serasa berbeda, aku tak dapat memeluknya sekalipun dingin meremas tulang-tulangku. Dia bukan pria yang pernah kulihat dulu, dia berbeda, kali ini dia lebih memilih orang lain yang mungkin bisa mengisi setiap detik kekosongan yang mungkin dia rasakan. Aku tak punya hak menyentuhnya atau bahkan memeluknya kala itu. Aku bahagia sekalipun hati kita berbeda, aku mencintaimu, kamu mencintainya. Aku paham itu.


0 komentar:

Post a Comment

 

Pena "KITA" Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos