Apa kabar pagi ? masihkah mentari menemanimu hari ini ?
kalaupun saja tidak, biarkan aku kali ini yang menemanimu..
Pagi, masih ingatkah kamu tentang pria yang pernah
kuceritakan tempo hari, iya dia pria yang pernah aku tinggalkan dulu. sekarang
dia kembali, tapi tak sendiri, dia bersama wanita yang sekarang menyandang
menjadi kekasihnya. Di sisi lain aku bahagia, akhirnya dia tak usah sesedih itu
karena pernah ku tinggalkan, dia tak perlu bermurung ria sepanjang hari hanya
karena mengingat kenangannya akan tentangku. Tapi di sisi lain, aku cemburu,
kenapa dia segampang itu melupakanku dan menjalin kasih dengan wanita lain ?
tak adakah sedikit rasa yang mungkin masih tertinggal untukku, ah lupakan
kata-kata ku tadi. Waktu, mungkin ini yang pernah kamu katakan padaku,kamu akan
mempertemukanku lagi dengannya tapi tidak seperti dulu kala ketika pertama kali
aku mengenalnya. Aku tahu itu.
Pagi, bagaimana jika ku katakan aku masih mencintainya ? aku
masih berharap dia kembali ? bukan hanya untukku, tapi untuk hatiku. Tapi
mustahil sepertinya, dia pernah ku lukai dulu dan mungkin sampai saat ini luka
itu masih belum sembuh, lalu aku inginkan dia kembali semudah itu. Ah, kenapa
aku harus meninggalkannya dulu ?
Pagi, malam itu aku dengannya, memutari setiap sudut kota.
Tapi serasa berbeda, aku tak dapat memeluknya sekalipun dingin meremas
tulang-tulangku. Dia bukan pria yang pernah kulihat dulu, dia berbeda, kali ini
dia lebih memilih orang lain yang mungkin bisa mengisi setiap detik kekosongan
yang mungkin dia rasakan. Aku tak punya hak menyentuhnya atau bahkan memeluknya
kala itu. Aku bahagia sekalipun hati kita berbeda, aku mencintaimu, kamu
mencintainya. Aku paham itu.
0 komentar:
Post a Comment