24 January 2015

Suratku Untukmu

Diposkan oleh Unknown di 6:12 PM
Selamat siang kamu, apa kabar ? masihkah kesibukan menyelimutimu seperti hari – hari  biasanya ? atau mungkin hari ini kamu lagi bersantai ria dengan teman – teman barumu disana.
sudah beberapa bulan ini aku tak melihatmu lagi, kesan awalnya memang sedikit berbeda. Tapi lambat laun semua terlihat biasa. Ya, seperti kesan awal ketika kita tak bersua untuk kurun waktu yang lumayan lama.
Kuberi tahu, kali ini aku tak merindukanmu lagi sedalam dulu, entah mungkin karena kita terpisah jarak, atau perasaan itu kini mulai memudar. Hari – hari ku kini kembali seperti awal, iya. Sebelum mengenalmu. Mungkin perasaan lelah itu yang memicuku untuk perlahan – lahan mengikhlaskanmu. Memang susah, tapi kenyataannya aku bisa melakukan itu. Ada sedikit rasa bahagia yang meletup dihatiku  ketika ku mendengar namamu atau bahkan seseorang mengingatkanku lagi akan tentangmu. Aku bisa mengontrol perasaan itu, bahkan hatiku terlihat masih baik – baik saja. Sepertinya aku mulai mengikhlaskanmu. Walau terkadang aku tak pernah paham dengan perasaanku sendiri, tapi kali ini kuberanikan diri mengatakannya padamu. “priaku, aku sudah merelakanmu, bahkan mengikhlaskanmu bersama dengan wanita yang berhasil memiliki hatimu. Kali ini aku akan benar – benar pergi. Aku tak akan lagi menghubungimu seperti dulu ketika ku masih mengejarmu. Aku tak akan lagi mengganggu malam – malammu hanya untuk sekedar  mendengar  curhatanku yang kebenarannya tak bisa kupertanggung jawabkan. Iya, kala itu aku mengarang cerita. Aku hanya ingin mendengar suaramu, dan celoteh lucumu ketika menanggapi setiap cerita yang kuceritakan padamu. Itu saja. Dan untuk setiap permintaan yang selalu kamu kabulkan kala aku memaksamu. Tapi itu cukup menyenangkan. Terimakasih priaku, aku cukup bahagia bahkan sangat bahagia sekali.
Terimakasih sudah pernah ada
Terimakasih sudah memberi banyak tawa
Terimakasih sudah menaruh puluhan giga byte memori ke hard disk kepalaku
Aku tidak pernah harus berpura – pura menjadi orang lain ketika bersamamu.
Priaku, itu saja yang bisa kukatakan. Semua kenangan tentangmu masih melekat di memoriku. Tenang saja, aku tak akan menghapusnya. Karena kamu adalah bagian dari semua kenangan terindah yang pernah Tuhan berikan. Terimakasih”.
Sekarang, tak ada yang perlu di permasalahkan lagi. Semua sudah jelas, semoga kamu bahagia dengan seseorang yang Tuhan takdirkan untukmu. Aku, sebagai wanita yang dulu pernah mengagumimu, begitu sangat mengenalmu. Kamu pria baik – baik, pastinya kamu juga akan menemukan wanita baik – baik pula. Semoga kamu bahagia.


Dari teman masa lalumu.


0 komentar:

Post a Comment

 

Pena "KITA" Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos