Selamat siang kamu, apa kabar ? masihkah kesibukan
menyelimutimu seperti hari – hari biasanya ? atau mungkin hari ini kamu lagi
bersantai ria dengan teman – teman barumu disana.
sudah beberapa bulan ini aku tak melihatmu lagi, kesan
awalnya memang sedikit berbeda. Tapi lambat laun semua terlihat biasa. Ya,
seperti kesan awal ketika kita tak bersua untuk kurun waktu yang lumayan lama.
Kuberi tahu, kali ini aku tak merindukanmu lagi sedalam
dulu, entah mungkin karena kita terpisah jarak, atau perasaan itu kini mulai
memudar. Hari – hari ku kini kembali seperti awal, iya. Sebelum mengenalmu.
Mungkin perasaan lelah itu yang memicuku untuk perlahan – lahan
mengikhlaskanmu. Memang susah, tapi kenyataannya aku bisa melakukan itu. Ada
sedikit rasa bahagia yang meletup dihatiku
ketika ku mendengar namamu atau bahkan seseorang mengingatkanku lagi
akan tentangmu. Aku bisa mengontrol perasaan itu, bahkan hatiku terlihat masih
baik – baik saja. Sepertinya aku mulai mengikhlaskanmu. Walau terkadang aku tak
pernah paham dengan perasaanku sendiri, tapi kali ini kuberanikan diri mengatakannya
padamu. “priaku, aku sudah merelakanmu, bahkan mengikhlaskanmu bersama dengan
wanita yang berhasil memiliki hatimu. Kali ini aku akan benar – benar pergi.
Aku tak akan lagi menghubungimu seperti dulu ketika ku masih mengejarmu. Aku
tak akan lagi mengganggu malam – malammu hanya untuk sekedar mendengar
curhatanku yang kebenarannya tak bisa kupertanggung jawabkan. Iya, kala
itu aku mengarang cerita. Aku hanya ingin mendengar suaramu, dan celoteh lucumu
ketika menanggapi setiap cerita yang kuceritakan padamu. Itu saja. Dan untuk
setiap permintaan yang selalu kamu kabulkan kala aku memaksamu. Tapi itu cukup
menyenangkan. Terimakasih priaku, aku cukup bahagia bahkan sangat bahagia
sekali.
Terimakasih sudah pernah ada
Terimakasih sudah memberi banyak tawa
Terimakasih sudah menaruh puluhan giga byte memori ke hard disk
kepalaku
Aku tidak pernah harus berpura – pura menjadi orang lain ketika
bersamamu.
Priaku, itu saja yang bisa kukatakan. Semua kenangan
tentangmu masih melekat di memoriku. Tenang saja, aku tak akan menghapusnya.
Karena kamu adalah bagian dari semua kenangan terindah yang pernah Tuhan
berikan. Terimakasih”.
Sekarang, tak ada yang perlu di permasalahkan lagi. Semua
sudah jelas, semoga kamu bahagia dengan seseorang yang Tuhan takdirkan untukmu.
Aku, sebagai wanita yang dulu pernah mengagumimu, begitu sangat mengenalmu.
Kamu pria baik – baik, pastinya kamu juga akan menemukan wanita baik – baik
pula. Semoga kamu bahagia.
Dari teman masa lalumu.
0 komentar:
Post a Comment