08 April 2014

Ketika Waktu Menjemput

Diposkan oleh Unknown di 6:18 AM
Mungkin waktuku tak banyak lagi menunggumu, atau bahkan menemanimu. Bukan maksudku meninggalkanmu atau melupakanmu. Hanya saja waktu memintaku untuk pergi. Pergi dari kenyataan bahwa aku begitu mencintaimu. Waktu terlalu cemburu karena aku mencintaimu lebih dari aku mencintainya. Tapi tenang saja, aku masih memilihmu, sekalipun waktu memaksaku.
Kamu, dengarlah. Sampai terakhir kali memori ini merekam semua tentangmu, sampai terakhir aku melihat senyummu, aku hanya ingin mengatakan. Aku begitu mencintaimu, mencintaimu dan mencintaimu. Rasa itu masih sama, sekalipun waktu telah berubah, malam telah berganti siang dan siang pun berganti malam, rasa itu akan sama, karena aku telah membungkusnya dengan harapan dan doa setiap kali aku begitu merindukanmu. Dari tetesan air mata dan benang-benang luka yang aku jahit dengan hati yang suci.
Pria, jika nanti aku pergi, jangan pernah tangisi aku, jangan pernah kau jatuhkan setetes pun air mata dari pelupuk matamu, jangan pernah kau bersedih atau bahkan merasa bersalah. Aku tak pernah inginkan itu. Aku hanya ingin kamu memutar semua kenangan indahmu bersamaku, bahagia ketika kamu mengingatku. Dan bahkan tersenyum ketika aku menemani mimpimu. Pria, aku hanya inginkan itu saja darimu, tak perlu lebih.
Aku ingin pergi tanpamu, pergi tanpa luka dan salah. Pergi dengan keikhlasan hati.
Kali ini aku melepasmu, pergilah mencari hati yang mampu membuatmu bahagia lebih dariku. Aku rela. Jika kamu bahagia, aku juga ikut bahagia. Dan yang terakhir jangan pernah melupakanku, sekalipun aku tak bersamamu, ingatlah aku dalam hatimu sebaik-baiknya tamu. Karena mungkin aku akan mencintamu sekalipun kamu tak pernah memilihku.


Dariku, yang selalu menyebutmu dalam doaku..

0 komentar:

Post a Comment

 

Pena "KITA" Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos