Mungkin waktuku tak banyak lagi menunggumu, atau bahkan
menemanimu. Bukan maksudku meninggalkanmu atau melupakanmu. Hanya saja waktu
memintaku untuk pergi. Pergi dari kenyataan bahwa aku begitu mencintaimu. Waktu
terlalu cemburu karena aku mencintaimu lebih dari aku mencintainya. Tapi tenang
saja, aku masih memilihmu, sekalipun waktu memaksaku.
Kamu, dengarlah. Sampai terakhir kali memori ini merekam
semua tentangmu, sampai terakhir aku melihat senyummu, aku hanya ingin
mengatakan. Aku begitu mencintaimu, mencintaimu dan mencintaimu. Rasa itu masih
sama, sekalipun waktu telah berubah, malam telah berganti siang dan siang pun
berganti malam, rasa itu akan sama, karena aku telah membungkusnya dengan
harapan dan doa setiap kali aku begitu merindukanmu. Dari tetesan air mata dan
benang-benang luka yang aku jahit dengan hati yang suci.
Aku ingin pergi tanpamu, pergi tanpa luka dan salah. Pergi
dengan keikhlasan hati.
Kali ini aku melepasmu, pergilah mencari hati yang mampu
membuatmu bahagia lebih dariku. Aku rela. Jika kamu bahagia, aku juga ikut
bahagia. Dan yang terakhir jangan pernah melupakanku, sekalipun aku tak
bersamamu, ingatlah aku dalam hatimu sebaik-baiknya tamu. Karena mungkin aku
akan mencintamu sekalipun kamu tak pernah memilihku.
Dariku, yang selalu
menyebutmu dalam doaku..
0 komentar:
Post a Comment