Takdir, pertemukan aku dengannya, jika menurutmu untuk
terakhir kalinya, tidak masalah. Asalkan dia memaafkanku, dan dihatinya tak
pernah ada lingkaran hitam ketika mengingatku.
Memoriku mungkin tak cukup untuk mengingat semua tentangnya,
mungkin juga waktuku tak banyak lagi untuk setia menunggunya. Bukan masalah
lelah. Tapi masalah waktu. Mungkin suatu saat nanti, waktu memintaku pergi dan
meninggalkannya, atau mungkin aku tak akan pernah kembali, karena tak ada yang
tau misteri dibalik kata “TAKDIR”.
Jika hanya tentangku yang membuat dia begitu membenci suatu
pertemuan bahkan harapan, biarkan aku pergi, mungkin ada baiknya. Karena aku
tak ingin lagi menjadi sebab semua kegundahannya, sebab dia membenci takdir,
sebab dia tak pernah percaya lagi akan hadirnya kebahagiaan. Aku rela pergi,
asalkan luka lama itu sembuh. Dan semua
kembali baik-baik saja.
Untukmu, pria. Kali ini kau tak usah memintaku untuk pergi,
tanpa kamu minta pun aku akan pergi bahkan tak kan kembali.
0 komentar:
Post a Comment