Kamu, tentang kamu, pria yang
selama ini masih mengisi sela-sela pikiranku. Bagaimana keadaaanmu ? beberapa
hari ini aku tak melihatmu. Entah kamu yang menghindar atau memang kamu yang
tak ingin melihatku.
Kamu, pria, masihkah hatimu sebeku
batu ? mengunci setiap sudut yang ingin aku masuki. Menutup semua pintu yang
ingin kulalui. Apa yang salah denganku ? hingga melihatku saja, kamu begitu
enggannya ? sekotor itu kah aku di pandanganmu ? aku tahu kata maaf tak mungkin
menghapuskan bekas luka didalamnya. Tapi apakah harus dengan ini caranya kamu
menghukumku ? tak adakah cara lain yang sedikit masih bisa di toleransi ? tak
adakah ?
Pria, aku lelah dengan sikapmu, aku
lelah tak pernah kau hiraukan, aku lelah selalu menjadi hal yang ingin kau
hindari. Tak adakah sedikit rasa melupakan kejadian masa lalu itu ? aku tau,
aku yang memulai, aku yang salah, dan hari itu kau menghukumku dengan sejuta
kebisuan.
Hingga detik ini rasa menyesal itu
masih ada, dan mungkin tak akan pernah terhapus, sekalipun waktu mencobanya. rasa
itu telah mengental menjadi rasa bersalah. Hingga nanti aku tak ingin
mengulangi, cukup dengan kamu dan semua kebisuanmu.
0 komentar:
Post a Comment