08 April 2014

Untukmu pria di ufuk senja #4

Diposkan oleh Unknown di 6:09 AM
Senja itu menyapamu dengan segenap keraguan, menyapa luka yang entah kapan sembuhnya. ‘Kamu pria senja’ itu panggilanku untukmu  “si pria senja” . masihkah senja menemanimu ? masihkah senja menjadi alasanmu tersenyum ? masihkah senja menjadi sebab semua tawamu ?
                Kamu “si pria senja”, aku merindukanmu, merindukan celoteh renyah kita dibawah senja, merindukan kebersamaan kita, merindukan semua hal yang pernah aku lakukan bersamamu “si pria senja”. Kali ini senja tak pernah lagi menyapaku sehangat dulu, entah karena dia merindukanmu atau kah dia tahu apa yang sedang terjadi denganmu. jika waktu mampu ku ajak bicara, aku hanya ingin melewatkan kebersamaan kita lagi dibawah senja. Denganmu tentunya. Kali ini saja, temui senja. Katakan kamu juga merindukanku.

                Dulu senja itu menjadi saksi dimana setiap kali kamu merindukanku, kamu selalu menyampaikannya pada  senja, begitupun aku. tapi kenapa kini kau tikam aku dengan kebisuan, kebisuan yang tak pernah aku pahami asal-mulanya. Kebisuan yang entah kapan akan berakhir, pria senja aku masih menunggumu dikala senja tiba, berharap kamu kembali, entah dalam keadaan kamu membenciku, ataupun merindukanku, aku hanya ingin melihat senyummu. Senyum kehangatan yang mampu menenangkan hati. Kali ini saja, datanglah. Temui senja, dia begitu merindukan kita yang dulu, bermain dibawah senja. Tertawa dan bahagia karena senja.
                Untukmu, pria senja, dulu mungkin kata tak bisa menjelaskan semua yang aku rasakan ketika kamu pergi, tapi kali ini kata inilah yang akan menjelaskannya padamu “kamu si pria senja, aku sungguh merindukanmu, rindu yang entah kenapa menjadi sebab aku menjatuhkan air mata setiap kali memori ini memaksaku mengingatmu, rindu yang menjadi penyebab sejuta siksa yang selalu menikamku ketika kesepian mulai merajai waktu. Terkadang aku takut, takut rindu ini menjadi benci yang karenanya tak pernah kau hiraukan, aku khawatir suatu saat nanti, aku lelah menunggumu, lelah menantimu dikala senja itu tiba”.
 aku tak pernah memintamu lebih, aku hanya ingin memeluk waktu bersamamu saat senja menjadi akhir segalanya.


0 komentar:

Post a Comment

 

Pena "KITA" Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos