Senja itu menyapamu dengan segenap
keraguan, menyapa luka yang entah kapan sembuhnya. ‘Kamu pria senja’ itu
panggilanku untukmu “si pria senja” .
masihkah senja menemanimu ? masihkah senja menjadi alasanmu tersenyum ?
masihkah senja menjadi sebab semua tawamu ?
Kamu “si
pria senja”, aku merindukanmu, merindukan celoteh renyah kita dibawah senja,
merindukan kebersamaan kita, merindukan semua hal yang pernah aku lakukan
bersamamu “si pria senja”. Kali ini senja tak pernah lagi menyapaku sehangat
dulu, entah karena dia merindukanmu atau kah dia tahu apa yang sedang terjadi
denganmu. jika waktu mampu ku ajak bicara, aku hanya ingin melewatkan kebersamaan
kita lagi dibawah senja. Denganmu tentunya. Kali ini saja, temui senja. Katakan
kamu juga merindukanku.
Dulu
senja itu menjadi saksi dimana setiap kali kamu merindukanku, kamu selalu
menyampaikannya pada senja, begitupun
aku. tapi kenapa kini kau tikam aku dengan kebisuan, kebisuan yang tak pernah
aku pahami asal-mulanya. Kebisuan yang entah kapan akan berakhir, pria senja
aku masih menunggumu dikala senja tiba, berharap kamu kembali, entah dalam
keadaan kamu membenciku, ataupun merindukanku, aku hanya ingin melihat
senyummu. Senyum kehangatan yang mampu menenangkan hati. Kali ini saja,
datanglah. Temui senja, dia begitu merindukan kita yang dulu, bermain dibawah
senja. Tertawa dan bahagia karena senja.
Untukmu,
pria senja, dulu mungkin kata tak bisa menjelaskan semua yang aku rasakan
ketika kamu pergi, tapi kali ini kata inilah yang akan menjelaskannya padamu
“kamu si pria senja, aku sungguh merindukanmu, rindu yang entah kenapa menjadi
sebab aku menjatuhkan air mata setiap kali memori ini memaksaku mengingatmu,
rindu yang menjadi penyebab sejuta siksa yang selalu menikamku ketika kesepian
mulai merajai waktu. Terkadang aku takut, takut rindu ini menjadi benci yang
karenanya tak pernah kau hiraukan, aku khawatir suatu saat nanti, aku lelah
menunggumu, lelah menantimu dikala senja itu tiba”.
aku tak pernah
memintamu lebih, aku hanya ingin memeluk waktu bersamamu saat senja menjadi
akhir segalanya.
0 komentar:
Post a Comment