Pria senja
Waktuku mungkin tak banyak lagi untuk menunggumu, aku cukup
lelah menanti tanpa pernah kau hiraukan. Menanti tanpa pernah kau anggap ada.
Mungkin memang perasaaan ini hanya segunung sampah yang tak harus kau
perhatikan. Aku tahu itu.
Pria senja
Kali ini tentang rasa itu, aku telah mencoba membuangnya,
dan mencoba melupakan, tapi entah kenapa aku tebunuh oleh rasa itu, aku selalu
merindukanmu, selalu berharap suatu saat nanti kamu akan kembali seperti dulu.
Berharap kamu mengerti dan mulai memahami.
Pria senja
Bayang-bayangmu selalu menghantuiku kerap kali aku
mengingatmu, dia tak pernah lari dari pikiranku, berkejarang seperti gulungan
film yang tak berhenti tayang, kadang aku merasa tersiksa.
0 komentar:
Post a Comment